Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Kasus Dugaan Korupsi Cetak Sawah Fiktif di Kabupaten Belu: Mantan Kadistan RA Sarankan Begini

BIDIKNUSATENGGARA.COM | Kasus dugaan korupsi cetak sawah fiktif yang melibatkan mantan Kadis Pertanian Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, RA, telah memasuki babak baru. Dimana, selain adanya dugaan di Kabupaten Malaka, ternyata kelompok lain di Kabupaten Belu juga terlibat.

Menurut sumber terpercaya, berkas pemeriksaan dukungan telah dikantongi oleh penyidik dan siap untuk didalami lebih lanjut. Kasus ini mencakup dua wilayah yakni Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu, di mana ada indikasi bahwa terdapat penyimpangan dalam program cetak sawah.

Penyidik tampaknya tidak dapat memisahkan kasus ini meski lokasi kegiatan berbeda karena merupakan bagian dari satu program yang dimana kedua wilayah tersebut sebelumnya satu Kabupaten yakni Kabupaten Belu (Kabupaten induk).

Program cetak sawah fiktif yang dilaksanakan di kedua daerah tersebut mencakup anggaran yang cukup signifikan namun tidak menghasilkan hasil yang diharapkan. Beberapa kelompok tani yang melaporkan bahwa mereka tidak mendapatkan akses atau hasil dari program tersebut.

Baca Juga :  Aneh tapi Nyata! Wartawan Timorline Diadukan ke Polisi Hanya Karena Persoalan Kartu Pers

Kasus ini menarik perhatian berbagai pihak, baik dari kalangan masyarakat maupun pemerintah, yang mulai menuntut penjelasan lebih lanjut mengenai dana tersebut. Penyidik berencana untuk menyelidiki rekam jejak program dan memeriksa aliran dana yang diterima oleh kelompok tani.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung