Keberadaan jerigen biru milik warga juga menjadi titik kebingungan awal, karena bentuknya mirip wadah BBM.
“Memang tempat curiganya macam-macam karena jerigen itu ada yang warga biru seperti isi BBM sehingga dicurangi. Tapi namanya warga, untuk kebutuhan itu pasti harus penampungnya harus banyak. Makanya yang di jerigen itu dijadikan tempat penampungan air bersih,” jelas Kapten Rosy.
Untuk mendukung argumentasinya, Kapten Rosy telah mengumpulkan foto dan video yang menunjukkan tidak adanya indikasi penyelundupan ilegal di lokasi tersebut.
“Saya telah mengambil dokumentasi dalam bentuk foto dan video untuk memperkuat klarifikasi ini, sebagai bukti bahwa Pos Ailala tidak terlibat dalam aktivitas ilegal penyelundupan BBM,” tegasnya.
Kapten Rosy juga menegaskan komitmen Satgas Pamtas RI-RDTL terhadap integritas operasional dan menekankan bahwa tidak ada indikasi bahwa Pos Ailala terlibat dalam penyelundupan ilegal.
Ia membuka ruang bagi media untuk meliput lebih lanjut, dengan syarat bahwa laporan berasal dari informasi yang akurat dan valid.
“Saya selaku Danki 3, memberikan keleluasaan kepada media untuk meliput atau merilis berita, asalkan informasi yang diperoleh benar-benar relevan dan dapat dipastikan tidak terdapat pelanggaran oleh anggota saya,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












