“Kalau saya tidak kecolongan kasih uang ke dia, pasti sudah selesai. Hanya mungkin mau sial jadi biar sudah,” tambahnya, mengulangi frasa yang sama di hadapan wartawan.
Sementara itu, saat tim Inspektorat menyelidiki bangunan jamban sehat, ditemukan ada yang baru bangun fondasi, ada yang baru setengah dibangun, dan ada yang sudah beratap tetapi belum diplester dan dicat.
Ketika ditanya alasan mengapa belum selesai dikerjakan, Kades menjawab, “Karena masih hujan, sehingga tukang tidak bekerja,” jelasnya.
Dalam investigasi terkait pengadaan ternak babi dan pakan, beberapa warga penerima bantuan mengaku tidak pernah menerima pakan dari Kades Patrisius, padahal sesuai RAB, pakan seharusnya diberikan kepada penerima babi.
Contohnya, penerima Maria Yasintha Namok, Kristina Sali, Fransiskus Bria Bou Lak, Maria Angelina Hoar, dan Aprilius Tahu, semuanya mengaku tidak mendapatkan pakan.
Sementara itu, kontraktor Joka, yang dihubungi secara terpisah, membantah pernyataan Kepala Desa Patrisius Seran yang dianggap tidak benar.
“Kepala Desa mengatakan hal yang salah kepada wartawan. Saya tidak pernah melakukan kontrak dengan dia untuk pengadaan hand traktor dan alat rontok padi. Kenapa dia menyebut saya? Awalnya dia menawarkan supaya saya mengadakan traktor dan alat rontok padi, tetapi saya punya pengalaman buruk dengan dia, jadi saya trauma,” ungkap Joka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












