Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Jurnalis Kompas dan Polisi Berhati Mulia: Menjadi Penyemangat Penyandang Disabilitas di Pelosok Manggarai Timur

Di tengah perjalanan, mereka singgah di warung sederhana di Watunggong. Markus dan Yeris menyantap bakso, sementara Om Libert memilih kopi pahit untuk mengisi tenaga sebelum menghadapi jalan rusak menuju Kampung Nanga. Di Kampung Gorong, mereka bertemu Bripka Hery dan Ehji Sarlenso, jurnalis lokal dari Elar. Wajah mereka penuh sukacita, bersatu dalam misi kemanusiaan.

Kursi Roda, Senyum, dan Kopi Pahit

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Tujuan pertama adalah Kampung Belang, sebuah desa di puncak bukit. Di sana, tim menyerahkan kursi roda kepada seorang warga penyandang disabilitas. Istri pasien menyambut dengan raut wajah penuh haru. “Senyum mereka membayar lelah kami,” ujar Markus. Pasien, dengan tangan masih gemetar, mencoba kursi roda sambil dibantu tim. Secangkir kopi pahit dari tuan rumah mengembalikan semangat tim yang mulai lapar.

Tujuan pertama adalah Kampung Belang, sebuah desa di puncak bukit. Di sana, tim menyerahkan kursi roda kepada seorang warga penyandang disabilitas. Istri pasien menyambut dengan raut wajah penuh haru. “Senyum mereka membayar lelah kami,” ujar Markus.

Pasien, dengan tangan masih gemetar, mencoba kursi roda sambil dibantu tim. Secangkir kopi pahit dari tuan rumah mengembalikan semangat tim yang mulai lapar.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung