Di tengah perjalanan, mereka singgah di warung sederhana di Watunggong. Markus dan Yeris menyantap bakso, sementara Om Libert memilih kopi pahit untuk mengisi tenaga sebelum menghadapi jalan rusak menuju Kampung Nanga. Di Kampung Gorong, mereka bertemu Bripka Hery dan Ehji Sarlenso, jurnalis lokal dari Elar. Wajah mereka penuh sukacita, bersatu dalam misi kemanusiaan.
Kursi Roda, Senyum, dan Kopi Pahit
Tujuan pertama adalah Kampung Belang, sebuah desa di puncak bukit. Di sana, tim menyerahkan kursi roda kepada seorang warga penyandang disabilitas. Istri pasien menyambut dengan raut wajah penuh haru. “Senyum mereka membayar lelah kami,” ujar Markus. Pasien, dengan tangan masih gemetar, mencoba kursi roda sambil dibantu tim. Secangkir kopi pahit dari tuan rumah mengembalikan semangat tim yang mulai lapar.
Tujuan pertama adalah Kampung Belang, sebuah desa di puncak bukit. Di sana, tim menyerahkan kursi roda kepada seorang warga penyandang disabilitas. Istri pasien menyambut dengan raut wajah penuh haru. “Senyum mereka membayar lelah kami,” ujar Markus.
Pasien, dengan tangan masih gemetar, mencoba kursi roda sambil dibantu tim. Secangkir kopi pahit dari tuan rumah mengembalikan semangat tim yang mulai lapar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












