Di akhir sambutan, Alfridus menitipkan keberlangsungan PMI Malaka kepada pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa eksistensi dan kiprah organisasi sangat ditentukan oleh ketersediaan markas, gudang, kendaraan operasional, serta dukungan anggaran dan bantuan hibah pemerintah daerah.
Sementara itu, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dalam sambutannya menyatakan kehadirannya adalah bentuk penghormatan terhadap organisasi yang bersifat universal dan tidak mengenal batas.
“PMI adalah organisasi kemanusiaan internasional yang tidak mengenal sekat kewilayahan maupun sekat partai politik. Karena itu saya harus hadir,” ujarnya.
Tanpa berjanji berlebihan, Bupati menyatakan pemerintah daerah akan menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kinerja PMI. “Tunggu tanggal mainnya. Tahun depan kami alokasikan anggaran untuk kendaraan operasional PMI Kabupaten Malaka, yang akan tertulis jelas: Kendaraan Operasional PMI Kabupaten Malaka,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Bupati juga menekankan dua tugas utama PMI yang harus diutamakan oleh pengurus baru, yaitu membantu masyarakat saat terjadi bencana, dan pelayanan darah bagi warga yang membutuhkan.
Ketua PMI Malaka yang baru dilantik, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, menyambut amanah tersebut dengan kerendahan hati sekaligus kesadaran akan besarnya tanggung jawab yang dipikul.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












