Dengan perspektif yang tajam, Chung Lay menilai bahwa tanpa grand design yang jelas dan komprehensif, program ini tidak lebih dari sekedar cita-cita kosong yang tidak mampu menyasar kebutuhan dasar masyarakat.
Dirinya menjelaskan, beberapa alasan fundamental mengapa program Swasembada Pangan gagal mencapai targetnya? Alasan utama adalah fokus yang terbatas hanya pada dua komoditas dan kurangnya perencanaan yang holistik dari hulu hingga hilir. Sehingga menciptakan kesenjangan antara tujuan dan realisasi di lapangan, dimana kebutuhan pangan masih sangat bergantung pada impor dari luar Kabupaten Malaka.
Salah satu kekurangan terbesar dari program Swasembada pangan tersebut, kata Chung Lay, kurangnya perencanaan yang terintegrasi. Mulai dari pemilihan komoditas, lokasi pengembangan, pengolahan lahan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, program ini tidak akan mampu mencapai tujuannya.
Untuk mencapai keberhasilan dalam program Swasembada Pangan, Chung Lay berpendapat bahwa pemerintah perlu menetapkan kriteria yang jelas dan terukur.
Faktor-faktor seperti ketersediaan, aksesibilitas, dan keberlanjutan produksi pangan harus menjadi inti dari setiap strategi yang diterapkan. Peningkatan produksi pangan lokal melalui pengembangan komoditas yang diversifikasi dan peningkatan kualitas infrastruktur penunjang merupakan beberapa langkah kritikal yang harus dilakukan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












