Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Chung Lay : Upaya Mewujudkan Swasembada Pangan di Kabupaten Malaka Hanya “Kemasan Program”

Fakta di lapangan saat ini kebutuhan pangan masyarakat masih didatangkan dari luar Malaka, beras dipasaran didominasi beras Nona Kupang, Nona Sulawesi dan beras Mbak Jawa.

SN-KT mengawali kampanyenya dengan janji-janji mentereng tentang swasembada pangan, yang diperkirakan akan membawa perubahan besar bagi ketersediaan pangan di Malaka. Namun, janji tersebut, seiring berjalannya waktu, mulai terlihat sebagai sebuah retorika belaka.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Terdapat harapan besar dari masyarakat Malaka yang mendambakan kemajuan dalam sektor pangan, namun apa yang mereka terima hanyalah kekecewaan.

Banyak aspek yang menyebabkan gagalnya program swasembada pangan yang digagas oleh SN-KT. Salah satu alasan utama adalah kurangnya perencanaan yang matang. Tanpa rencana yang detail dan komprehensif, pelaksanaan program tentu saja menjadi tidak efektif.

Ditambah lagi, absennya sumber daya pendukung yang memadai membuat situasi semakin parah. Faktor-faktor ini, ketika dikombinasikan, menyebabkan program swasembada pangan tidak lebih dari sekedar janji manis di awal yang tidak pernah terwujud.

Dalam mewujudkan swasembada pangan, keberadaan sumber daya yang memadai menjadi kunci utama. Namun, realitas yang terjadi justru sebaliknya. Ketersediaan sumber daya seperti modal, tenaga kerja terampil, infrastruktur, dan akses terhadap teknologi yang canggih ternyata jauh dari kata memadai.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung