Mengingat pentingnya pemutakhiran ilmu medis yang bergerak sangat cepat, Bupati SBS menginstruksikan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara konsisten minimal dua kali dalam setahun. Ia berharap tenaga kesehatan di Malaka memiliki etos kerja yang terus berkembang.
“Seorang tenaga kesehatan harus haus dan lapar akan ilmu pengetahuan supaya dia bisa memberikan pelayanan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat Indonesia yang tinggal di Malaka dan masyarakat-masyarakat lainnya yang meminta pelayanan di Kabupaten Malaka,” pungkasnya.
Selain peningkatan kapasitas, kegiatan ini memberikan manfaat administratif bagi para peserta. Setiap tenaga kesehatan yang hadir akan memperoleh Satuan Kredit Profesi (SKP) yang diperlukan untuk perpanjangan Surat Tanda Registrasi (STR). Program ini telah terintegrasi dengan platform “Pelataran Sehat” milik Kementerian Kesehatan melalui akun Satu Sehat, sehingga keabsahan pelatihannya diakui secara nasional.
Sebanyak 14 pembicara ahli turut berkontribusi, terdiri dari 3 pembicara kunci (Bupati, Sekda, dan Kadis Kesehatan) serta 11 narasumber teknis, termasuk 9 dokter spesialis, 1 bidan, dan 1 perawat. Langkah strategis ini diharapkan semakin memperkokoh posisi RSUPP Betun sebagai garda terdepan layanan kesehatan di wilayah perbatasan yang memiliki standar kompetensi nasional.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












