Puncak acara menjadi sorotan dengan penampilan tarian kolosal yang diwarnai elemen teater, menggambarkan konflik antar-suporter yang berujung rekonsiliasi dan persaudaraan. Sorak sorai penonton memenuhi Stadion Marilonga, diikuti penutupan spektakuler berupa ledakan kembang api. Seremoni diakhiri dengan penyerahan trofi dari juara bertahan Bintang Timur ke tangan Gubernur, kemudian diserahkan kepada Ketua Asprov PSSI NTT, dan akhirnya ke panitia untuk diperebutkan.
Usai mendampingi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam tendangan bola pertama yang menandai dimulainya pertandingan perdana antara Perse Ende dan Citra Bakti Ngada di Stadion Marilonga, Bupati SBS tak bisa menyembunyikan kekagumannya. “ETMC kali ini benar-benar spektakuler,” ujar SBS dengan penuh semangat. “Dari susunan acara yang apik hingga antusias dari para pendukung, semuanya terasa begitu hidup dan menginspirasi. Ini adalah bukti betapa sepak bola telah menyatu dengan jiwa masyarakat kita,” lanjut SBS.
SBS juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat NTT terhadap sepak bola, yang terlihat dari ribuan suporter yang memadati tribun Stadion Marilonga sejak siang tadi. “Sejak siang tadi, tribun Stadion Marilonga sudah dipadati ribuan suporter dari masing-masing klub. Ini menunjukkan betapa besar dukungan rakyat NTT terhadap bola sebagai sarana pembangunan sumber daya manusia,” tambahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












