Hati dan pikran saya merasa tergeli-geli apabila saya hanya menonton saja orang terbuang oleh negara dan lingkungan masyarakat.

Hari itu mobil dinas yang dikendarai Om Oki. Saya berangkat dengan angkutan pedesaan dari Waelengga ke Munde dengan biaya sendiri. Saya menunggu di pertigaan Kampung Munde. Saya juga kontak Guru Hendrikus Gabu, seorang relawan peduli kasih bagi orang kecil. Mungkin salah satu kriteria dari Manggarai Timur sebagai Kabupaten berstatus kemiskinan ekstrim adalah banyak rakyat Manggarai Timur menyandang disabilitas. Entahlah.
Kita tahu bersama bahwa Indonesia memiliki Undang-Undang yang mengatur penyandang disabilitas. Pertanyaan saya, dimana keberpihakan Negara bagi penyandang disabilitas dengan berbagai jenisnya?
Setelah mobil dinas Wakil Bupati Manggarai Timur tiba, kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Paundoa,Dusun Paundoa, Desa Komba untuk menjemput warga tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












