Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Berziarah Bersama Orang Terbuang

Oleh: Markus Makur, Koordinator Kelompok Kasih Insanis Peduli Sehat Jiwa Manggarai Timur

Dari situ, kami melanjutkan perjalanan dengan belok kiri ke arah selatan dari Kampung Munde. Melintasi jalan berstatus Jalan Kabupaten yang sudah rusak. Berlubang. Aspal sudah terkelupas menuju ke Kampung Paundoa untuk menyapa seorang penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan sosial dari Kemensos RI melalui Sentra Efata Kupang. Bantuan sosial itu atas viralnya kisah disabilitas yang dipublikasikan di media online di NTT.

Baca Juga :  Pemberitaan Seputar RSUPP Betun Tidak Berimbang, Abaikan Upaya Nyata Pemenuhan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Kami tiba pukul 18.00 wita. Kami berjumpa dengan staf Balai Efata Kupang. Kami juga berjumpa dengan seorang penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan sembako dan perbaikan jambannya. Banyak keluarga yang berkerumun saat menerima kami. Kami melihat ada keluarga dekat sedang memperbaiki jamban.

Kami disuguhkan minuman kopi oleh keluarga yang sedang berkumpul di rumah itu. Rumah itu berlantai tanah dan berdinding papan. Sedangkan dapurnya dibangun model rumah panggung dan beralasan pelupuh bambu dan berdinding pelupuh bambu, beratap seng.

Kurang lebih satu jam bersama kaum terbuang yang menyandang disabilitas. Kami bercerita. Mengumpulkan data penduduk. Ternyata warga itu belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) sementara Kartu Keluarga (KK) sudah diurus oleh keluarga bersama dengan pemerintah setempat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung