Selain itu masyarakat juga mempertanyakan dengan acara peninjauan bangunan dan ruangan-ruangan tidak dilakukan. Semestinya, suatu bangunan megah dan monumental itu, perlu dilihat atau ditinjau. Bila perlu masyarakat yang hadir juga ikut melihat sebuah hasil karya dari pemerintahnya.
Logika sederhana mengatakan bahwa sebuah bangunan harus sudah selesai sepenuhnya sebelum diresmikan. Namun, gedung yang diresmikan sementara sebagian besar masih dalam proses pembangunan.
Pertanyaannya, untuk apa sebuah seremoni peresmian dilakukan jika gedung yang diresmikan tersebut belum siap 100 persen untuk digunakan? Jika sebuah gedung rumah sakit belum siap sepenuhnya, belum lengkap fasilitasnya, dan bahkan tenaga medis pun belum ada, apakah tidak lebih bijaksana jika peresmian ditunda hingga segala sesuatu telah benar-benar siap? Inilah salah satu keanehan yang seolah-olah menunjukkan ada sesuatu yang dipaksakan dalam agenda peresmian ini. Apakah ini merupakan tirai asap untuk kepentingan-kepentingan lain yang lebih besar, atau sekedar kelalaian dalam penjadwalan? Semuanya masih dalam misteri.
Di balik peresmian yang terkesan tergesa-gesa ini, banyak masyarakat yang menduga adanya motif politik yang ingin dicapai, terutama mengingat timing peresmian yang mungkin berhubungan dengan agenda politik tertentu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












