Hal ini semakin dikuatkan dengan ketidakhadiran eksplanasi dari Bupati Malaka, Simon Nahak, mengenai absensi tersebut. Keheningan ini meningkatkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat yang hadir dan juga yang mengikuti perkembangan melalui berita.
Keanehan kedua, yakni absensi dari unsur Pimpinan DPRD dalam menyampaikan sambutan, menegaskan lagi bahwa ada yang tidak berjalan sesuai dengan protokol atau kebiasaan dalam sebuah peresmian.
Harusnya, dalam kegiatan yang melibatkan perubahan atau peningkatan fasilitas publik sebesar ini, semua elemen pemerintahan bersinergi menghadirkan pesan yang solid dan dukungan terhadap kemajuan kesehatan di Kabupaten Malaka. Namun, realitanya, rasa kebersamaan dan dukungan tersebut tampaknya absen, memberikan kesan bahwa ada ketidakserasian dalam tubuh pemerintahan daerah Malaka.
“DPR sebagai fungsi kontrol maupun yang mempunyai hak bajet tidak terlihat satupun anggota DPRD pada peresmian RS Pratama. Ada apa?,” Ungkap sumber itu.
Sumber lain menambahkan, hal yang sama-sama mengundang tanya adalah tidak diundangnya Wakil Ketua Komisi IX DPRRI, Melky Laka Lena, yang telah berperan penting dalam realisasi proyek RS Pratama Wewiku. Laka Lena, yang membidangi bidang kesehatan di Komisi IX, seharusnya mendapat tempat dan penghargaan dalam momen peresmian tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












