Odhi Kalake juga harus memikul tanggungjawab untuk memelihara dan menyuburkan genetika pemimpin NTT seperti telah diuraikan pada bagian lain tulisan ini. Sebab pendekatan genetika kepemimpinan NTT yang selama ini sudah melekat dalam keseharian masyarakat NTT, harus diamini sebagai kearifan politik lokal (local wisdom) yang turut berperan penting dalam menempatkan NTT sebagai provinsi paling toleran secara nasional.
Kepada Bung Odhi Kalake yang mendapat kesempatan memimpin NTT, meski hanya setahun lebih, sampai terpilihnya pemimpin baru di NTT hasil Pemilu serentak 2024 mendatang, terselip pesan; ‘Di pundakmu telah diletakkan tanggungjawab merawat predikat jawara dalam kerukunan umat beragama dan keberagaman di tanah Flobamora. Peliharalah suasana batin seluruh warga NTT baik yang berada di NTT maupun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bae sonde bae, Flobamora lebe bae. Selamat Bertugas Bung Odhi Kalake. **
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












