Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Andai Penduduk NTT Sama Seperti Penduduk DKI, Peringatan Kecil Bagi PJ Gubernur NTT

Oleh: Emanuel Dewata Oja Ketua Forkoma PMKRI Bali

Frasa ini dapat dirumuskan dengan hipotesis sederhana; ‘Bila saja sebagian penduduk NTT berperilaku sama seperti para pendukung calon Gubernur, Anies Rasyid Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta 2017, yang menentang mati-matian munculnya pemimpin non Muslim, Basuki Cahya Purnama alias Ahok, bisa jadi situasi NTT hari-hari ini berlumur gejolak sosial’.

Sebab suka tidak suka, munculnya diskriminasi dengan warna apapun di atas panggung politik berlabel demokrasi, dengan topangan tiang-tiang kokoh seperti Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, sungguh telah melukai dan menyumbat aliran nafas anak-anak bangsa yang mencintai; atau dengan istilah anak zaman now, telah menjadi ‘bucin’ (Budak Cinta) dari toleransi atau kerukunan umat beragama di negeri Pancasila ini.

Tetapi NTT, bukanlah DKI Jakarta. Ini NTT Bung..! Jika wacana ini ditarik ke spektrum pengamatan yang lebih luas, maka akan terlihat dengan sangat jelas, bahwa yang namanya toleransi dan kerukunan antar umat beragama di NTT itu luar biasa.

NTT selalu bertengger di puncak peringkat nasional dalam hal toleransi di negeri ini. Ini dibuktikan dengan hasil survey Kementerian Agama RI tahun 2021, yang menempatkan NTT sebagai provinsi dengan pringkat kerukunan umat beragama nomor satu dengan skor 81,07%, disusul Papua, Sulawesi Utara, Papua Barat dan Bali pada peringkat lima.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung