BIDIKNUSATENGGARA.ID | Masa kepemimpinan Bupati Simon Nahak, banyak desas-desus dan suara-suara sumbang mengenai minimnya pembangunan yang menyentuh rakyat. Salah satu proyek yang terkesan mubazir adalah Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) atau jaringan perpipaan di Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Proyek yang dilaksanakan oleh CV Berkat Mandiri dengan anggaran kurang lebih Rp2,8 miliar ini dilaporkan mangkrak dan belum memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.
Pantauan bidiknusatenggara.id pada Senin, (18/8/25), menunjukkan bahwa pipa-pipa proyek masih tergeletak di atas tanah dan belum tersambung. Meskipun sebagian pipa telah terpasang, terdapat masalah serius di mana pipa besi disambung dengan pipa plastik.
Kepala Desa Lakekun Barat, Hendrikus Seran Nahak, saat ditemui media ini, menyatakan bahwa hingga hari ini, pipa-pipa proyek masih berserakan di enam dusun dan tidak terurus. Menurutnya, sudah tiga tahun berturut-turut Desa Lakekun Barat mendapatkan proyek untuk meningkatkan sanitasi sehat, namun hingga saat ini tidak ada yang rampung.
Masyarakat setempat pun mengungkapkan kekecewaan kepada media ini, mengaku sangat membutuhkan air. Saat mendengar bahwa proyek ini ada dan melihat pipa-pipa diturunkan, mereka merasa senang. Namun, kebahagiaan mereka tergantikan dengan kekecewaan, karena pipa-pipa tersebut berserakan dan tidak terhubung.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












