“Neka kimu ghami (jangan lupa kami) untuk selalu koordinasi untuk pembangunan semua sektor. Warga masyarakat menginginkan pembangunan infrastruktur dasar yang layak demi kelancaran untuk distribusi hasil bumi dan mobilitas masyarakat dari Desa ke Kota. Selain itu membutuhkan beronjong di beberapa Kali Waedara, Waerebak, Waelapang, WaeLapang, Waeselir, Waeribon. Dari lima ini kali penyeberangan ini, dua Kali yakni Kali Waerebak dan Waeselir sangat prioritas dibangun jembatan permanen,” jelasnya.
Leonardus mengatakan, beberapa minggu lalu, anggota BPD Desa Gunung nyaris terseret banjir di Kali Waeselir.
Aleksius Ivan, anggota BPD Desa Gunung yang juga mengikuti Reses di Kantor Desa saat dikonfirmasi membenarkan hal ini.
“Satu minggu lalu, saya nyaris terseret banjir di Kali WaeSelir. Saat itu saya sedang menyeberangi kali itu dengan sepeda motor. Di tengah kali itu banjir, saya memberanikan diri menyeberangi. Di tengah Kali, motor saya tertahan oleh sebuah batu besar dan akhirnya terjatuh. Saya juga ikut jatuh dan selanjutnya saya lepas motor yang jatuh dan saya menyeberangi kali itu,” ceritanya.
Aspirasi lain yang disampaikan Ivan yakni terjadi kelangkaan pupuk subsidi di Desa Gunung.
Aspirasi lain disampaikan Hilde Kasang, Guru SDN Lete, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba dengan menginformasikan bahwa dua ruangan rombongan belajar (Rambel) di SDN Lete sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












