
Edu juga menambahkan bahwa ketika pihak Inspektorat datang memeriksa lokasi proyek, mereka menemukan bahwa material yang digunakan tidak sesuai. Namun, Edu tidak mengetahui apa langkah selanjutnya mengenai hal ini.
Edu berharap bahwa jika proyek peningkatan jalan dusun ini tidak segera diselesaikan, bupati yang nanti dilantik dapat memerintahkan Inspektorat untuk melakukan audit terhadap pekerjaan ini.
“Kami, masyarakat yang terkena dampak dari proyek yang terhenti ini, berharap bupati baru (SBSHMS-red) setelah dilantik dapat mengecek kembali desa kami. Proyek ini sudah hampir 9 bulan terhenti, tetapi tidak ada aktivitas apa-apa,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan keprihatinan atas kualitas pekerjaan yang terlihat dari material yang digunakan.
“Proyek ini tidak dilengkapi dengan papan proyek yang seharusnya menjelaskan batas waktu pengerjaan serta alokasi anggaran yang digunakan. Belum ada kejelasan tentang anggaran mana yang telah dipenuhi dalam proyek ini,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Babulu Selatan Fridus Loe maupun TPK Adrianus Manek belum berhasil dikonfirmasi.*(Ferdy Bria)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












