Terpisah, Isak Marjon Boik salah satu toko masyarakat Desa Humusu, mengapresiasi pembangunan tambak ikan bandeng di wilayah desanya. Dia menilai, Hemus Taoli sangat peduli dengan peningkatan pariwisata serta peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL. Baginya pembangunan tambak ikan di tanjung bastian merupakan bagian dari motivasi kepada UMKM di Desa Humus-Wini.
“Saya apresiasi kepada pengusaha terkenal di TTU, Hironimus Taolin atau Ko Hemus yang telah peduli dengan peningkatan serta perkembangan pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat di beranda RI-RDTL, dengan membangun tambak bandeng dan memotivasi bagi para pelaku UMKM. Semoga semua pengusaha bisa menjadi motivasi kepada pengusaha yang lainnya” Ungkap Marjon Boik yang juga pemilik Resort Marjon atau Home Stay dan Cafe yang persis di Pantai Pantura-Wini.
Kata dia, pelakau usaha parawisata di wilayah lintas batas Wini RI-RDTL, diharapkannya agar pemerintah bahkan pihak terkait bisa berkolaborasi atau juga kerja sama sehingga target menuju TTU Emas melalui daerah-daerah perbatas bisa tercapai.
Pembangunan tambak ikan di tanjung bastian menunjukkan bahwa perbatasan wilayah antara Indonesia dengan negara tetangga benar-benar mengurus Indonesia sampai ke daerah perbatasan. Pihaknya berharap, daerah perbatasan misalkan Wini-Oecusi harus diperhatikan secara khusus oleh Negara. **(Hendriki Meko)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












