Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Terkuak.! ASN dan Kades di Malaka Diduga Terlibat Politik Praktis, Kuasa Hukum SBS-HMS Minta Bawaslu Segera Proses Sesuai Aturan

“Lebih baik berdarah-darah selama 2 bulan ini dari pada sengsara selama 5 tahun, saya sudah merasakan namanya kalah itu seperti apa? Jadi saya masih trauma. Jangan coba-coba bilang main cari aman karena orang sudah tau kita siapa,” tulis Okto Amfotis di WhatsApp group politik SN-FBN.

Tak hanya kades Sanleo dan Kabid Kesehatan Malaka, diduga ada keterlibatan Kadis Dukcapil Malaka, Emerentiana Bere dan Kades Dirma, Hugo Bria turut komentar di grup tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Kepala Desa Dirma, Hugo Bria juga mengirim foto saat pertemuan politik untuk SN-FBN. Ia juga meminta agar tim SN-FBN kerja ekstra di wilayah dapil 3 yang melingkupi 5 kecamatan.

Tangkap layar percakapan Kades dan AND di grup Whatsapp SN-FBN Maltim

Ditelusuri tim media, ada juga Kadis Dukcapil Malaka, Emerentiana Bere di dalam WhatsApp group politik SN-FBN. Emerentiana Bere sesekali berkomentar memberi dukungan dan semangat untuk tim SN-FBN di lapangan.

Menanggapi situasi ini, kuasa hukum dari pasangan calon SBS-HMS, Paulus Seran Tahu, SH. Hum, meminta kepada Bawaslu Kabupaten Malaka untuk meningkatkan pengawasan terhadap kasus ini.

Dengan tegas, Paulus menegaskan bahwa keterlibatan ASN dan kepala desa dalam politik praktis melanggar regulasi yang ada. Dia memastikan bahwa jika ditemukan bukti dukungan aktif terhadap salah satu paslon, mereka akan mengambil langkah hukum untuk menindaklanjuti pelanggaran tersebut.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung