“Lebih baik berdarah-darah selama 2 bulan ini dari pada sengsara selama 5 tahun, saya sudah merasakan namanya kalah itu seperti apa? Jadi saya masih trauma. Jangan coba-coba bilang main cari aman karena orang sudah tau kita siapa,” tulis Okto Amfotis di WhatsApp group politik SN-FBN.
Tak hanya kades Sanleo dan Kabid Kesehatan Malaka, diduga ada keterlibatan Kadis Dukcapil Malaka, Emerentiana Bere dan Kades Dirma, Hugo Bria turut komentar di grup tersebut.
Kepala Desa Dirma, Hugo Bria juga mengirim foto saat pertemuan politik untuk SN-FBN. Ia juga meminta agar tim SN-FBN kerja ekstra di wilayah dapil 3 yang melingkupi 5 kecamatan.

Ditelusuri tim media, ada juga Kadis Dukcapil Malaka, Emerentiana Bere di dalam WhatsApp group politik SN-FBN. Emerentiana Bere sesekali berkomentar memberi dukungan dan semangat untuk tim SN-FBN di lapangan.
Menanggapi situasi ini, kuasa hukum dari pasangan calon SBS-HMS, Paulus Seran Tahu, SH. Hum, meminta kepada Bawaslu Kabupaten Malaka untuk meningkatkan pengawasan terhadap kasus ini.
Dengan tegas, Paulus menegaskan bahwa keterlibatan ASN dan kepala desa dalam politik praktis melanggar regulasi yang ada. Dia memastikan bahwa jika ditemukan bukti dukungan aktif terhadap salah satu paslon, mereka akan mengambil langkah hukum untuk menindaklanjuti pelanggaran tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












