Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Struktur Pengurus Bank NTT Dikocok Ulang, Siapa Saja yang Bertahan?

RUPS membahas laporan pertanggungjawaban pengurus tahun buku 2025, penetapan pembagian laba bersih (dividen), serta menyusun Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk periode 2026-2028.

Reporter : EssyEditor: Redaksi

BIDIKNUSATENGGARA.id | Jajaran pengurus dan pemegang saham Bank NTT dijadwalkan berkumpul hari ini, Jumat (15/5/26), guna menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS TB) Tahun Buku 2025 sekaligus Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan ini akan menentukan arah kebijakan bank milik daerah tersebut untuk periode mendatang.

Salah satu poin dalam agenda RUPSLB kali ini adalah kelanjutan transformasi badan hukum Bank NTT menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Langkah ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan agar bank memiliki ruang gerak yang lebih fleksibel dan profesional.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengungkapkan bahwa rapat hari ini akan membedah secara mendalam laporan pertanggungjawaban kinerja tahun lalu serta mematangkan rencana bisnis ke depan.

“Agenda utama meliputi laporan pertanggungjawaban direksi dan dewan komisaris untuk tahun buku 2025 serta pemaparan rencana bisnis tahun 2026,” jelas Charlie saat dihubungi awak media, Rabu (13/5) malam.

Selain transformasi status hukum, RUPSLB juga akan membahas restrukturisasi pengurus perusahaan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah posisi Direktur Kepatuhan, di mana muncul nama calon yang berasal dari Bank Jatim sebagai bagian dari sinergi antar-BPD.

“Dalam RUPS Luar Biasa, selain soal Perseroda, kami juga akan membahas pergantian Direktur Kepatuhan dan progres pencalonan pengurus lainnya,” tambah Charlie.

Dari sisi keuangan, pemegang saham akan menentukan penetapan pembagian laba bersih (dividen) tahun buku 2025. Agenda ini juga mencakup penawaran saham seri A serta pengesahan rencana tambahan setoran modal untuk tahun 2026 sebagai upaya menjaga rasio kecukupan modal bank.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat empat poin utama dalam RUPS Tahunan yang mencakup:

1. Pengesahan laporan kinerja dan pengawasan tahun buku 2025.

2. Penetapan rencana kerja dan anggaran untuk periode 2026-2028.

3. Strategi penambahan setoran modal dalam bentuk uang.

4. Penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk audit tahun buku berjalan.

Pertemuan ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi para investor dan nasabah mengenai stabilitas serta keberlanjutan ekspansi bisnis Bank NTT di tengah dinamika ekonomi regional.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung