Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Soal Sewa Rujab dan Kantor, HMS Nilai Simon Nahak ‘Blunder’

“Kalau kemarin di zaman SBS sewa rumah jabatan selama 5 tahun tidak menghabiskan 500 juta. Siapa yang pro rakyat?,” tanya HMS sembari jawab masyarakat, “SBS yang pro rakyat,”

Menurut HMS, total biaya sewa gedung dari tujuh dinas mencapai sekitar 500 juta rupiah, yang menciptakan beban tambahan bagi anggaran daerah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

“Jadi untuk sewa rumah di periode sekarang ini (SNKT-red) ada sekitar 7 dinas yang jumlah uangnya berkisar lima ratusan juta,” pungkasnya.

Kritik HMS terhadap pengelolaan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah saat ini mengungkapkan ketidakpuasan terhadap penggunaan anggaran sewa gedung.

“Dia omong tapi dia lupa dia punya diri. Padahal dia lebih buruk dari orang lain. Jadi kadang-kadang orang bilang apa, satu jari kita tunjukkan ke orang lain tapi ada 4 jari yang tunjuk kembali ke kita punya diri,” pungkas HMS.

Ia menekankan bahwa dalam masa kepemimpinan sebelumnya, hanya dua gedung yang disewa, sedangkan saat ini tujuh dinas menyewa gedung dengan biaya yang jauh lebih besar.

HMS mengajukan pertanyaan mengenai komitmen pemerintah yang saat ini beralasan tidak membangun kantor untuk mengurangi biaya sewa.

“Sekarang sewa rumah sampai 7 Dinas. Lalu dia beralasan bilang karena dulu tidak buat Kantor. Lalu sekarang kamu sedang memimpin buat apa? Kenapa tidak mau bangun kantor? Malahan lebih parah dan lebih buruk… Jadi itu yang saya mau luruskan,” jelasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung