Pada periode tersebut, banyak pasien terpaksa membayar biaya pengobatan, bahkan uang muka (DP) untuk rawat inap. Akibatnya, banyak pasien terpaksa pulang dan tidak mendapatkan penanganan medis yang layak, sebuah kemunduran serius dalam pelayanan kesehatan dasar. Program KMS di bawah kepemimpinan SN-KT jelas merupakan sebuah kesalahan besar karena gagal memberikan asas manfaat secara menyeluruh kepada rakyat Malaka.
Kini, di bawah arahan Bupati SBS, harapan masyarakat Malaka kembali bangkit. Pengobatan gratis dengan KTP-e telah diberlakukan kembali secara penuh.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik, menegaskan bahwa pengobatan gratis menggunakan KTP-e, 100 persen diaktifkan kembali. “Semua yang sakit dengan identitas KTP Malaka pasti dilayani dengan baik di fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan,” ujarnya.
drg. Frida juga menambahkan bahwa ketersediaan obat-obatan saat ini sangat memadai, jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya di mana masyarakat seringkali terpaksa membeli obat di apotek luar.
Komitmen SBS-HMS terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga terlihat nyata pada RSUPP Betun. Rumah sakit yang dulunya kurang terawat, kini telah bertransformasi menjadi fasilitas yang rapi, bersih, dan nyaman. Keramahan para tenaga medis turut meningkatkan kepuasan masyarakat yang dilayani.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












