BIDIKNUSATENGGARA.id | Pernyataan mengejutkan sekaligus luar biasa datang dari Direktris Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie. Di tengah pemberitaan sepihak terkait keterbatasan fasilitas kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya, beliau menyampaikan sikap tegas dan berani, “siap mengundurkan diri jika ada pihak yang mampu mempercepat pemenuhan alat kesehatan untuk masyarakat Malaka”.
Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan publik di Kabupaten Malaka. Banyak yang bertanya-tanya, “Apa sebenarnya alasan di balik keputusan yang begitu berani ini? Bidiknusatenggara.id merangkum fakta, konteks, dan tanggapan masyarakat secara mendalam dan berimbang.
Kasus bermula saat seorang pasien kecelakaan, Evraim Bere Nahak (18), warga Desa Umalor, dirawat di ruang ICU RSUPP Betun dan kemudian dirujuk ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang karena belum tersedianya fasilitas CT Scan di Betun.
Peristiwa ini diangkat oleh media dengan narasi yang hanya menyoroti kekurangan alat kesehatan di RSUPP Betun. Pemberitaan tersebut tidak menyertakan upaya manajemen rumah sakit dalam menangani pasien maupun langkah-langkah strategis yang sedang dijalankan untuk melengkapi fasilitas pelayanan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












