Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi  
| Topik :

Satgas Polri Ungkap Tiga Perusahaan Oplos Beras, Lima Merek Premium Langgar Standar Mutu

Reporter : RedaksiEditor: Yan Klau
Satgas Polri Ungkap Tiga Perusahaan Oplos Beras, Lima Merek Premium Langgar Standar Mutu/ ilustrasi

TIMORMEDIA.COM – Satgas Pangan Polri mengungkap praktik pengoplosan beras oleh tiga perusahaan besar yang memproduksi beras premium di Indonesia.

Hasil investigasi menunjukkan bahwa lima merek beras premium dari tiga produsen tidak memenuhi standar mutu dan takaran sesuai regulasi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Tiga perusahaan tersebut adalah:

  • PT Food Station
  • Toko SY (Sumber Rejeki)
  • PT Padi Indonesia Maju Wilmar

Kelima merek beras yang terbukti melanggar mutu berdasarkan hasil uji laboratorium adalah:

  • Sania
  • Setra Ramos Merah
  • Setra Ramos Biru
  • Setra Pulen
  • Jelita

“Lima sampel merek beras premium yang diuji tidak memenuhi standar mutu,” ungkap Ketua Satgas Pangan Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf, dalam konferensi pers pada Kamis (24/7/2025).

Baca Juga :  Maria Fatima Seuk Kain Resmi Dilantik Jadi Ketua KADIN Kabupaten Malaka 2026–2031: Satu-satunya Ketua Perempuan Se-NTT

Pengujian dilakukan terhadap sampel beras medium dan premium yang beredar di pasar tradisional maupun ritel modern. Pemeriksaan mutu dilakukan di Laboratorium Balai Besar Pengujian Standar Konsumen Pasca Panen Pertanian.

Kasus Beras Oplosan Naik ke Tahap Penyidikan

Polri kini secara resmi meningkatkan penanganan kasus pelanggaran mutu dan takaran beras ini ke tahap penyidikan, setelah ditemukan indikasi kuat adanya unsur pidana.

“Berdasarkan hasil gelar perkara, penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidikan karena ditemukan dugaan tindak pidana dalam praktik pengoplosan beras,” jelas Helfi.

Ketiga perusahaan tersebut hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan Polri tersebut.

Baca Juga :  Maria Fatima Seuk Kain Resmi Dilantik Jadi Ketua KADIN Kabupaten Malaka 2026–2031: Satu-satunya Ketua Perempuan Se-NTT

Kementan: 85 Persen Merek Beras Tak Sesuai Mutu

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) juga mengungkap hasil temuan mencengangkan. Dari pengujian terhadap 268 merek beras di 10 provinsi penghasil, ditemukan bahwa 85 persen tidak sesuai standar mutu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, anomali harga menjadi alasan pengecekan dilakukan. Harga beras di tingkat petani turun, sementara harga beras di konsumen justru melonjak.

“Ditemukan 212 merek beras diduga merupakan hasil oplosan antara beras medium dan premium. Ini tidak bisa ditolerir,” tegas Amran.

Presiden Prabowo Instruksikan Penindakan Tegas

Presiden Prabowo Subianto juga turut menyoroti kasus beras oplosan ini. Ia menyebut praktik curang tersebut sangat merugikan negara dan masyarakat, karena beras kualitas biasa dikemas sebagai beras premium demi keuntungan besar.

Baca Juga :  Maria Fatima Seuk Kain Resmi Dilantik Jadi Ketua KADIN Kabupaten Malaka 2026–2031: Satu-satunya Ketua Perempuan Se-NTT

“Ini pelanggaran serius. Saya sudah perintahkan Jaksa Agung dan Kapolri untuk mengusut dan menindak tegas para pelaku tanpa pandang bulu,” ujar Prabowo.

Ia menyebut negara bisa dirugikan hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun akibat praktik kecurangan dalam distribusi beras tersebut.

Stok Beras Nasional Cukup, Tidak Ada Alasan Harga Naik

Pemerintah menegaskan bahwa produksi dan stok beras nasional saat ini dalam kondisi melimpah. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi harga beras premium melambung di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pengawasan terhadap rantai distribusi dan kualitas beras akan terus diperketat demi menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi konsumen dari praktik dagang yang merugikan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung