TIMORMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Malaka terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di wilayahnya.
Hal ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting serta Aksi Konvergensi 1 dan 2 (Analisis Situasi dan Penguatan Perencanaan) yang digelar di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis (6/11/2025).
Rapat tersebut diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Malaka, serta melibatkan para camat, kepala puskesmas, kepala dinas PMD, Kadis Pendidikan, hingga seluruh kepala desa se-Kabupaten Malaka.
Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu (HMS).
Dalam sambutannya, Wabup HMS menyampaikan apresiasi atas komitmen semua pihak dalam penanganan stunting.
“Terima kasih karena sudah melakukan kegiatan ini. Mudah-mudahan apa yang kita rindukan bersama untuk anak-anak kita bisa bermanfaat dengan baik,” ungkapnya.
Ia optimis perbaikan gizi dapat terlihat dalam beberapa bulan ke depan.
“Anak-anak kita yang kemarin kurang gizi, dalam beberapa bulan ke depan gizinya bisa berubah menjadi baik,” ujarnya.
HMS mengungkapkan bahwa posisi Kabupaten Malaka saat ini masih berada di urutan kedua tertinggi angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Karena itu, Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) bersama dirinya berkomitmen menekan angka stunting secara signifikan.
Guna memastikan program berjalan efektif dan terpantau, Wabup HMS memberikan instruksi khusus kepada seluruh kepala puskesmas dan pemerintah desa
“Saya minta seluruh kepala Puskesmas dan kepala desa untuk satukan tempat makan bagi anak-anak stunting dan kurang gizi, agar pemberian makan dari puskesmas dan desa dilakukan di satu tempat,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat pengawasan asupan gizi demi percepatan pemulihan kesehatan anak-anak di Malaka.
Pemerintah Kabupaten Malaka menargetkan penurunan stunting secara masif melalui kolaborasi lintas sektor dan pengawasan ketat layanan gizi di desa-desa.
Dengan aksi bersama dan keseriusan pemerintah daerah, Malaka optimis keluar dari zona merah stunting di NTT.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












