Selain program tersebut, berbagai seminar, pelatihan, dan program pemberdayaan bagi UMKM serta petani di seluruh NTT juga telah diadakan.
Bobby menekankan pentingnya peran BI sebagai mitra aktif, bukan hanya sebagai regulator, dalam mendukung pengembangan sektor unggulan di berbagai daerah.
Salah satu contoh sukses adalah kerja sama antara BI dan KADIN Rote, yang mendukung sektor pertanian, khususnya dalam penyediaan benih, pembangunan sumur bor, dan pengembangan produksi bawang merah.
Di Ngada, BI berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian dengan menyediakan bantuan alat teknologi pertanian, termasuk penggunaan drone untuk efisiensi. “Dukungan ini sangat membantu petani dalam meningkatkan hasil panen mereka,” jelas Bobby.
Selain itu, kolaborasi juga terjalin di Manggarai Barat, di mana BI mendukung pengembangan lahan pertanian dan memberikan pendampingan kepada para petani untuk meningkatkan hasil pertanian mereka.
Di Sumba Barat, BI bersama KADIN setempat mendorong pembibitan kakao dengan pengawasan dari PT Timor Mitra Niaga. Program pembinaan perkebunan kakao di Sumba Barat menjadi salah satu contoh konkret dari keberhasilan sinergi ini.
Bank Indonesia tidak hanya menyediakan bibit, tetapi juga mendukung seluruh proses hingga tanaman kakao siap dipanen. “Ini adalah bentuk kepedulian BI terhadap keberlanjutan sektor pertanian di NTT,” tambahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












