Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Produktivitas Kopi Manggarai Timur Menurun, Astra Indonesia Bersama Petani Kopi Colol Tanam 2000 Pohon Kopi

Pada kesempatan yang sama, Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Arabika Flores Manggarai, Joseph Janu mengatakan bahwa bicara kopi adalah bicara berkelanjutan, sehingga minimal Astra Indonesia tidak hanya terbatas disini, tapi menyentuh banyak pihak.

“Memang kalau bicara petani kopi khususnya di wilayah Kabupaten Manggarai Timur ini, kebetulan program DSA, menyentuh kurang lebih 12 desa di Manggarai Timur dan masih banyak desa-desa lain kurang lebih 176 desa butuh sentuhan Astra. Nah seiring dengan perkembangan zaman, produktivitas kopi di Manggarai Timur cukup tajam penurunannya, sehingga kita ambil sikap replanting dan lakukan penanaman ulang secara masif. Tetapi juga harapan kami dan banyak pihak melakukan pendataan yang baik, sehingga tidak asal tanam lalu tidak menghasilkan apa-apa dan butuh kerjasama banyak pihak, ini harapan kami kepada Astra Indonesia,” tutur Yoseph

Yoseph menambahkan ada beberapa faktor yang menyebabkan produktivitas kopi khususnya jenis arabika dan robusta di Manggarai Timur menurun.

“Kalau berdasarkan pantauan kami dari kebun ke kebun dan dari desa ke desa bahwa faktor menurunnya produksi kopi yakni pertama itu faktor iklim. Tetapi iklim ini bisa disiasati tapi butuh kolaborasi banyak pihak untuk mencari solusi. Kedua konversi lahan dan itu sangat berpengaruh di Manggarai Timur. Hal ini karena berkembangnya pemukiman. Tantangannya konvetsi lahan perkebuna kopi ke tempat pemukiman,” tambahnya

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung