Theodorus menambahkan bahwa stok darah golongan A dan AB paling sulit dicari. “Kalau darah O dan B stoknya selalu ada, tapi kalau darah A dan AB susah dicari,” tambahnya.
Melalui perjanjian kerjasama ini, PMI Belu dan RSUPP Betun akan memperkuat koordinasi serta teknis penyaluran darah, termasuk dalam kondisi darurat medis, guna memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan darah saat dibutuhkan.
Langkah ini dinilai sangat penting untuk mendukung sistem pelayanan kesehatan yang lebih responsif, khususnya di wilayah perbatasan dengan tantangan infrastruktur dan aksesibilitas. Kolaborasi antar-lembaga ini diharapkan menjadi model kerja sama lintas sektor dalam peningkatan layanan publik berbasis kebutuhan masyarakat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












