Pendamping Komunitas Peduli Kasih Siswa SMPN Satu Atap (SATAP) Munde, Hendrikus Gabu kepada Bidiknusatenggara.com, (4/9/2023) menjelaskan, ia sering mengunjungi kedua warga ini yang tinggal di rumah reyot di Kampung Paundao. Kampung ini berada di sisi selatan dari Desa Komba.
Ia menjelaskan, Fransiska Linda yang biasa disapa Siska Linda buta dan tuli dan menumpang tinggal di rumah Nenek Rofina Ndese (70). Keduanya tidak bisa bekerja lagi.
“Saya merasa sedih saat melihat kondisi Fransiska Linda, seorang dirabel dan berstatus yatim piatu. Setiap kali saya berkunjung, saya membawa oleh-oleh untuk keduanya. Apalagi Fransiska Linda dirawat oleh Nenek yang sudah lanjut usia (Lansia),” jelasnya.
Gabu menjelaskan, Fransiska Linda kurang lebih sudah 10 tahun tak bisa melihat. Diduga ia derita mata katarak. Ia tak pernah berobat ke dokter karena ketiadaan uang, apalagi berstatus yatim piatu.
Kini, kata Gabu, kehidupan Fransiska Linda saat ini hanyalah menumpang tinggal di rumah nenek Rofina Ndese.
“Hidup mereka sungguh menyedihkan karena usia sudah tua tidak ada lagi yang mereka bisa kerjakan. Sungguh hidup sebatang kara. Mereka hanya berharap apabila ada orang-orang baik, ataupun ada bantuan dari pemerintah. Mereka juga belum ada penerangan listrik,” tambah Gabu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












