BIDIKNUSATENGGARA.id | Pendapatan Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, mencapai Rp 28,2 miliar pada akhir Juni 2026. Angka tersebut menandakan rumah sakit sudah melampaui separuh dari target pendapatan tahunan sebesar Rp 30 miliar.
Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, mengatakan capaian ini merupakan hasil dari upaya revitalisasi pelayanan kesehatan yang terus digenjot sejak awal tahun. Menurutnya, peningkatan pendapatan sejalan dengan makin tingginya jumlah pasien yang berobat di rumah sakit tersebut.
dr. Oktelin membandingkan kinerja tahun ini dengan tahun sebelumnya. Pada 2025, RSUPP Betun berhasil meraup pendapatan Rp 32,17 miliar dari target awal Rp 16,5 miliar. Jika dibandingkan, pertumbuhan tahun ini menunjukkan konsistensi yang terus terjaga.
“Saya sangat optimis target Rp 30 miliar untuk tahun 2026 akan tercapai bahkan sebelum akhir tahun,” ujar dr. Oktelin di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).
Menurut dia, kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan RSUPP Betun meningkat seiring implementasi program prioritas Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu di sektor kesehatan. Salah satu kebijakan yang paling berdampak adalah program pengobatan gratis. Masyarakat cukup menunjukkan E-KTP, seluruh biaya ditanggung pemerintah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












