Menjawab tantangan geografis di wilayah pegunungan, Pemkab Malaka juga berencana mengerahkan ekskavator untuk pembukaan dan pengolahan lahan. Rencana ini akan melibatkan pihak ketiga melalui sistem lelang.
Untuk memastikan keamanan lingkungan, Pemkab Malaka bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dalam melakukan Survey Investigation and Design (SID).
“Kami akan segera ke Kupang untuk menandatangani berita acara kerja sama dengan Undana. SID ini penting agar pembukaan lahan dengan ekskavator tidak menyebabkan pencemaran lingkungan atau tanah longsor. Program ini menyasar 10 kecamatan, kecuali Malaka Barat dan Wewiku,” tambahnya.
Dikatakannya, dokumen SID ini juga diproyeksikan akan memudahkan pelaksanaan program serupa pada tahun anggaran berikutnya.
Selain jasa pembajakan lahan gratis, Pemkab Malaka juga mengalokasikan bantuan bibit untuk mendukung ketahanan pangan. Tercatat, tersedia bantuan bibit jagung untuk luas lahan 2.000 hektare yang bersumber dari pemerintah pusat. Fokus pada komoditas jagung ini didasari pertimbangan bahwa petani sawah dinilai sudah lebih mandiri dibandingkan petani lahan kering.
Sementara itu, melalui dukungan APBD Kabupaten Malaka tahun ini, pemerintah juga telah menganggarkan bantuan bibit jagung untuk 1.500 hektare dan bibit padi untuk 500 hektare lahan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban biaya produksi petani sekaligus meningkatkan hasil panen di seluruh wilayah Kabupaten Malaka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












