TIMORMEDIA.COM – Di Malaka, sepak bola bukan sekadar permainan. Ia adalah napas, denyut, dan mimpi yang menempel di nadi masyarakat. Anak-anak berlari di lapangan berdebu, bola di kaki mereka, mata berbinar, membayangkan diri mereka suatu hari menjadi pesepak bola handal.
Beberapa dari mimpi itu tak lagi sekadar angan; bakat-bakat baru lahir, bersinar hingga level NTT dan nasional. Baru-baru ini, PS Malaka U-13 dan U-15 menunjukkan dominasi yang membuat semua orang berdiri, menyorak, dan menahan napas di pinggir lapangan.
Di setiap latihan, Adrianus hadir bukan hanya dengan strategi dan instruksi. Ia hadir dengan kesabaran, kadang dengan senyum, kadang dengan teguran yang mengejutkan.
Ia tahu, membentuk pemain bukan sekadar melatih kaki dan mata, tapi membentuk karakter, keberanian, dan ketahanan mental. Anak-anak yang awalnya gemetar di lapangan kini berlari dengan percaya diri, menendang bola dengan keyakinan bahwa mereka mampu menaklukkan apapun di hadapan mereka.
Tak jarang Adrianus sendiri menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya. Di tengah kesibukannya sebagai Ketua DPRD dan Ketua PSSI Malaka, ia tetap hadir, menghadiri pertandingan anak-anak, memantau latihan, dan menekankan bahwa setiap usaha sekecil apapun adalah langkah menuju prestasi. Dedikasinya adalah cermin bahwa cinta pada sepak bola bukan sekadar kata-kata, melainkan aksi nyata yang konsisten dan tanpa pamrih.
Seiring waktu, kisahnya menular. Generasi muda Malaka tidak hanya belajar menendang bola, tapi juga belajar arti disiplin, ketekunan, dan keberanian untuk bermimpi besar. Setiap kemenangan PS Malaka adalah gema dari kerja keras, setiap gol yang tercipta adalah bukti dari cinta yang tak pernah pudar, dan setiap sorak penonton adalah pengakuan bahwa Adrianus Bria Seran telah menulis bab gemilang dalam sejarah sepak bola Malaka.
Di balik gemerlap prestasi itu, ada satu sosok yang tak pernah luput dari sorotan: Adrianus Bria Seran. Sosok ini bukan pemain yang menendang bola, melainkan arsitek di pinggir lapangan, pelatih eksentrik dengan cara-cara yang unik dan jenaka. Kehadirannya selalu dinanti, bukan hanya sebagai pemimpin, tapi sebagai hiburan tersendiri di tengah ketegangan pertandingan. Pernah suatu ketika, seorang pemain melakukan kesalahan. Adrianus memanggilnya, menepuk kepalanya dengan cara yang jenaka, dan dalam sekejap, sang pemain mencetak gol. Tawa pecah, sorak-sorai membahana, tapi kemenangan tetap menjadi fokusnya.
Adrianus bukan hanya pelatih. Sebagai Ketua DPRD Malaka dan Ketua PSSI Malaka, sepak bola adalah nadinya sendiri. Setiap detik, setiap strategi, setiap keputusan di lapangan adalah wujud dari dedikasi yang tak tergoyahkan. Di bawah tangannya, Tim ‘Manumeo’—julukan PS Malaka—berkibar, menorehkan sejarah. Dari Liga 3 ETMC NTT hingga Danone Nations Cup U12, dari Soeratin U15 dan U13 hingga Popda NTT, dari Piala Menpora U15 Zona NTT hingga Seri Nasional, prestasi demi prestasi tercatat sebagai bukti nyata kerja keras dan cinta yang tulus pada sepak bola.
PS Malaka juga melangkah ke panggung nasional. Mereka berkompetisi, menantang diri sendiri dan lawan, menorehkan kemenangan di Danone Nations Cup Seri Nasional, Soeratin Seri Nasional, hingga Piala Menpora U15 Seri Nasional.
Tim ini pernah mewakili NTT di Seri Regional Bali Nusra, membuktikan bahwa prestasi yang diraih bukan kebetulan, tapi hasil dari ketekunan, strategi, dan semangat yang tak kenal lelah.
Di NTT, tak ada nama lain yang meninggalkan jejak sehebat Adrianus Bria Seran. Statistik dan angka bicara, tapi yang lebih menakjubkan adalah bagaimana ia membangun mental dan karakter para pemain, menanamkan rasa cinta yang tulus pada sepak bola.
Di bawah kepemimpinannya, sepak bola Malaka bukan sekadar olahraga; ia adalah simbol kekuatan, kebanggaan, dan prestasi yang membara. Adrianus hadir seperti DNA yang hidup, mencintai lapangan, tim, dan Malaka lebih dari dirinya sendiri.
Malaka memang beruntung. Memiliki Adrianus Bria Seran berarti memiliki seorang penjaga sejarah, pengukir prestasi, dan penulis bab gemilang sepak bola yang akan dikenang sepanjang masa. Setiap gol, setiap kemenangan, dan setiap sorak penonton adalah jejak dari seorang pria yang lahir dengan cinta tak terbatas untuk sepak bola.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












