Maria Abuk mengungkapkan, cucunya di asuh sejak ia masih bayi lantaran ibu kandungnya mencari nafkah di perantauan. Kondisi cucunya memang catat sejak lahir. Setiap hari ia tidak pernah lepas cucunya sendirian, karena keterbatasan fisiknya yang membutuhkan perhatian ekstra.
Diakuinya, terhadap kondisi cucunya itu sudah lama disampaikan ke pemerintah Desa, tetapi tak pernah ada tindaklanjut untuk mendapatkan bantuan.
Kata Maria Abuk, tahun 2022 lalu pernah petugas mendatangi kediamannya untuk mendata cucunya. Namun hingga saat ini tidak ada kabar berita.
“Pernah ada petugas datang, katanya dari petugas pemerintah datang untuk mengambil KK . Tapi sampai hari ini tidak ada kabar lagi’, ujar Maria Abuk
Selaku cucunya yang mengalami cacat sajak lahir, sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Sosial agar cucunya bisa mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah.(Ferdy Bria)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












