Respon dari warga Indonesia terhadap kegiatan ini sangat positif. Kepala Desa Wini, Petrus Kolo, menunjukkan antusiasmenya dengan merencanakan pengiriman atlet-atlet terbaik desanya untuk bertanding di lomba ini. Keikutsertaan warga Indonesia tidak hanya sebagai peserta tetapi juga sebagai bagian dari upaya mempererat tali persaudaraan dengan warga RDTL. Hal ini mencerminkan semangat gotong royong dan kesatuan, menegaskan bahwa olahraga bisa menjadi sarana yang ampuh untuk mendorong rasa kebersamaan.

Kepala Desa Wini, Petrus Kolo, menyampaikan, “Kami pasti hadir dalam jumlah yang pas, juga tentunya untuk meraih tropi. Kita akan selalu bersama sejauh ada moment kebersamaan,” ungkapnya, mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan yang dikedepankan.
Penyelenggaraan lomba lari 10 km ini tidak hanya sebatas acara olahraga, melainkan sebagai kesempatan berharga untuk menggalang rasa persahabatan dan kebersamaan antara Indonesia dan RDTL. Melalui keringat, tawa, dan semangat bersama, event ini diharapkan menjadi langkah lanjut dalam memperkuat kerjasama dan persaudaraan antara dua negara yang berbatasan langsung. Semangat ini diharapkan terus berkobar, membawa pesan perdamaian dan persahabatan yang tulus di masa mendatang. (*/tim)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












