Ia memuji tren sepak bola Malaka yang kian moncer, terutama dengan program Sekolah Sepak Bola (SSB) di bawah Bupati SBS. “Dulu, sepak bola identik dengan Flores. Sekarang, Malaka jadi yang utama di daratan Timor. Di Soeratin U-13 dan U-15 nanti, Malaka pasti saingan berat,” tegasnya.
Di akhir, ia mewakili Perss Soe dan Pemda TTS mengucapkan terima kasih, berjanji membagikan pengalaman ini di Soe. “Terima kasih tak terhingga. Apa yang kami dapatkan, pasti kami ceritakan di TTS,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PSSI Malaka Adrianus Bria Seran (ABS) menyambut dengan nada humoris yang memecah suasana. “Terima kasih kepada Ketua PSSI TTS yang datang untuk uji tanding ini. Selama dua hari, pasti ada senang dan tidak senangnya,” katanya sambil tertawa.
Ia bercanda soal slogan Malaka sejak ETMC 2019, “Tamu dilarang menang” Lalu, ia cerita pengalaman uji tanding di TTS dulu, di mana PS Malaka menang 1-0 berkat “leluhur” karena “pusat kerajaan Timor ada di Malaka, bukan TTS”. Tawa pecah saat ia tambahkan, “Biasanya kami kalahkan Soe, tapi yang tidak biasa, Soeratin U-17 kami kalah 1-0 dari Soe kemarin,” Pemain Perss Soe merespons dengan tepuk tangan dan gelak tawa.
“Kami tunggu uji tanding lagi sebelum 9 Oktober ke Ende. TTS kan jalur wajib kami ke Kupang,” tambah ABS dengan ceria, menekankan ikatan geografis dan persahabatan yang tak terputus.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












