“Selama dua hari di sini, kami belajar banyak, bukan hanya soal sepak bola, tapi juga eratnya persaudaraan dan dukungan pemerintah. Ini yang harus kami tiru di TTS agar bisa setara dengan Malaka,” lanjutnya.
Arsianus Nenobahan tak henti-hentinya memuji dedikasi Bupati SBS yang, meski sibuk, selalu hadir di lapangan sepanjang dua hari uji tanding. “Kami sudah bertanding di banyak kabupaten, tapi Bupati Malaka berbeda. Sangat luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga mengakui tim Perss Soe perlu belajar lebih banyak, meski uji tanding ini saling menguntungkan bagi kedua tim. Harapannya pun ambisius. “Semoga Piala El Tari tetap di Malaka atau Soe, jangan pindah ke Flores. PS Malaka kini sahabat kami selamanya,” pungkasnya.
Ia juga mengenang pernyataan lucu Bupati SBS soal mengurus sepak bola yang “hanya untuk orang bodoh”, karena butuh pikiran, tenaga, waktu, dan materi tanpa imbalan apa pun selain capek. “Ketua PSSI Malaka pasti sudah merasakannya,” candanya.
Arsianus Nenobahan mengumumkan rencana turnamen sedaratan Timor tahun depan di Soe, mengundang tim dari Malaka, Belu, TTU, Kupang, dan klub lain. “Tujuannya naikkan mental bertanding anak-anak kita. Kalau terus di level lokal, kita stuck. Dengan ini, minimal di Piala El Tari kita bisa lebih kompetitif,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












