BIDIKNUSATENGGARA.id — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei seharusnya bukan lagi sekadar seremoni tahunan yang penuh simbolik. Bagi Ikatan Mahasiswa Dawan R (IMADAR) Kefamenanu, Hardiknas 2026 justru menjadi momentum untuk menyuarakan realitas pahit dunia pendidikan di Kabupaten Malaka, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang hingga kini masih jauh dari kata layak.
IMADAR menilai kondisi sejumlah sekolah di wilayah Dapil III masih memprihatinkan. Keterbatasan ruang kelas, fasilitas belajar yang minim, serta akses jalan dan jembatan penghubung menuju sekolah yang sulit dilalui, menjadi potret nyata yang tidak boleh terus diabaikan. Lebih dari itu, persoalan mendasar seperti keterbatasan pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi yang belum merata juga menjadi hambatan serius dalam menunjang proses belajar mengajar.
Di era digital saat ini, akses listrik dan jaringan internet bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar. Tanpa listrik yang memadai dan jaringan yang stabil, siswa di Dapil III semakin tertinggal dalam mengakses informasi serta sarana pembelajaran berbasis teknologi.
Ketua Umum IMADAR Kefamenanu, Marlianus Jeriyanto Manek yang akrab disapa Jeri, menegaskan kondisi ini merupakan bentuk ketimpangan yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












