Menurut analisis teori Yudas, ada hubungan signifikan antara ‘menunduk’, yaitu memberi kesan merendahkan diri atau mengalah, dengan ‘menanduk’, yaitu tindakan menyerang balik saat lawan politik lengah. Inilah yang diterapkan Ulu Beur selama masa kampanye. Ia sengaja menampilkan diri sebagai sosok yang lemah lembut dan tidak ambisius, padahal secara strategis menyiapkan manuver-manuver cerdik untuk menjatuhkan lawan-lawannya.
Menurut analisis teori Yudas, ada hubungan signifikan antara ‘menunduk’, yaitu memberi kesan merendahkan diri atau mengalah, dengan ‘menanduk’, yaitu tindakan menyerang balik saat lawan politik lengah. Inilah yang diterapkan Ulu Beur selama masa kampanye. Ia sengaja menampilkan diri sebagai sosok yang lemah lembut dan tidak ambisius, padahal secara strategis menyiapkan manuver-manuver cerdik untuk menjatuhkan lawan-lawannya.
Dalam perjalanannya, Ulu Beur menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Studi kasus yang paling mencolok adalah ketika ia berhadapan dengan calon lain yang terkenal akan siasat politik kotor. Dengan menerapkan teori Yudas, Ulu Beur berhasil mengelabui lawannya itu, menunjukkan bagaimana ia ‘menunduk’ seakan tak berdaya, lalu tiba-tiba ‘menanduk’ dengan serangkaian bocoran skandal yang meruntuhkan kredibilitas lawan politiknya tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












