Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Hari Tani Nasional, Warga Pocoleok Gelar Aksi Penanaman Pangan Lokal

Selain menjadi lahan pertanian yang menopang perekonomian warga, tempat-tempat tersebut juga memiliki sejarah terkait dengan peradaban budaya dan kehidupan warga Pocoleok hingga saat ini. Di lokasi-lokasi tersebut terdapat bekas Perkampungan, Pekuburan Leluhur, Mata Air, Altar Persembahan, Juga Rumah-Rumah Warga. Semuanya terikat dan terhubung dengan filosofi Lampek Lima, seperti Mbaru Kaeng (rumah), Natas Labar (halaman), Uma Duat (kebun), Wae Teku (mata air), dan Compang Takung (altar persembahan).

Baca Juga :  Putriyani Foenale, Sosok di Balik K-ASET MALAKA yang Dipuji Bupati Malaka

Aliansi Masyarakat Adat Pocoleok sangat antusias melaksanakan kegiatan bersama tersebut. Hal ini juga sebagai bentuk persatuan masyarakat adat pocoleok agar terus terjaga dan tidak terpecah belah oleh hasutan-hasutan yang juga terus beruapaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat dalam mempertahankan hak atas tanah serta berdaulat diatas tanahnya sendiri. Bagi masyarakat Pocoleok ada kebanggaan dan kegembiraan menjalani hidup sebagai petani di tanah sendiri. Dengan demikian, status sebagai petani dan warga adat kembali diperkuat.

Baca Juga :  Pelabuhan Maubesi Diusulkan Bupati Malaka ke Forum ASPEKSINDO
Tolak Geothermal, ratusan warga gelar Aksi Penanaman Pangan Lokal di wilayah adat Pocoleok

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung