Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Goet Kolang 5J dan 5K Untuk Kritik Sosial Bagi Masyarakat Manggarai Agar Selaras Dengan Perkataan dan Perbuatan di Kehidupan Lingkungan Sosial

Oleh: Markus Makur, Jurnalis NTT Tinggal di Manggarai Timur

Lebih banyak perkataan yang tak berguna dibanding perbuatan. Kritikan bagi anggota keluarga sangat halus agar tidak menyinggung perasaan. Suatu ketika ia menilai anggota keluarganya, relasi di kampung dengan mengungkapkan 5J. 5J itu, Joak, (bercerita tidak sesuai kenyataan, mengada-ada cerita, cerita berlebihan), jombak, (cerita besar, hampir mirip dengan joak, tapi disertai bohong), jopak (cerita menipu, membohongi), jimbok (cerita berlebihan. Mengarang-ngarang cerita yang tidak sesuai faktanya), Jepek, (cerita yang baik sesuai dengan perilaku, perbuatan dan perkataan). Jadi kalau dikumpulkan goet-goet Kolang akan menambah khazanah sastra tutur, lisan di Indonesia.

Banyak goet-goet Kolang untuk saling mendukung, mendorong seperti kata “mulid” yang diwariskan Tadeus Surung. Ini warisan pendidikan lewat goet-goet yang secara turun temurun diwariskan kepada generasi Kolang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Banyak juga goet-goet Kolang seperti “giget nai”. “Le giget nai”. “Ngende” dan lain sebagainya. Ada juga “karukak”, “bambuar”. Mbirakang, mbermikah dan lain sebagainya. Goet-goet itu selalu digunakan dalam kehidupan harian orang Kolang-Manggarai Raya.

Makna Goet Lokal orang Manggarai 

Norma-norma sosial orang Manggarai Raya (Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur) selalu dituntun dengan goet-goet yang melekat dalam diri manusia.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung