Pada beberapa kesempatan, Bupati Stefanus Bria Seran sering mengatakan, “Bibitnya kita tanam, kita siram, kita pupuk, dan lama-kelamaan dia akan bertumbuh, dan kita akan memanen hasilnya.”
Menyambung analogi yang disampaikan Bupati Stefanus Bria Seran yang membandingkan sepak bola dengan bertani, Dr. Herry menjelaskan, bakat saja tidak cukup. Anak-anak membutuhkan kesempatan, pembinaan, dan panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka. Prestasi PS Malaka U12 membuktikan bahwa ketika talenta dipertemukan dengan kepemimpinan yang peduli, dukungan orang tua, guru, pelatih yang berdedikasi, dan kesempatan bertanding, hasilnya bisa melampaui ekspektasi.
“Analogi Bibitnya kita tanam, kita siram, kita pupuk, dan lama-kelamaan dia akan bertumbuh, dan kita akan memanen hasilnya, sangat tepat. Tidak ada panen yang berkualitas tanpa benih yang baik, lahan yang disiapkan, perawatan yang konsisten, kesabaran dan evaluasi yang berkelanjutan. Seringkali kita hanya menikmati hasil panen, tetapi tidak semua memahami beratnya proses menanam, merawat hingga tanaman berbuah. Demikian pula sepak bola. Prestasi bukan muncul secara instan, melainkan buah proses panjang yang dijalani dengan komitmen dan kesungguhan,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












