“Waktu itu kampanye saya janjikan sapi 10 ekor. Pilih paket SNKT dan kalau terpilih saya sumbang sapi 10 ekor untuk pesta rakyat. Saya konsisten begitu dia terpilih 13 ekor sapi paron kita antar dengan mobil kurang lebih 82 mobil,”
Komitmen ini merupakan bentuk dukungan yang harusnya membuat SN merasa terhormat, namun sikapnya justru sebaliknya.
“Tapi setelah dia terima sapi-sapi itu saya tidak tau apakah rakyat yang saya janjikan dapat dagingnya atau tidak dari 13 ekor sapi paron itu. Karena sapi yang kita antar itu sebagai janji politik terhadap rakyat. Parta perindo sumbang sapi 10 ekor dan saat eksekusi kita bawa 13 ekor sapi dan kain adat 13 lembar,”
Nubatonis menyampaikan perasaannya, “Kita bukan rasa rugi tetapi kita rasa menyesal karena sebagai partai menciptakan pejabat publik lalu pejabat publik model seperti ini.”
“Kenapa saya kasih 13 ekor sapi? Karena ribuan orang yang hadir, kalau saya kasih 1 ekor mana cukup. Jadi beginilah… Kita memberi penghargaan kepada orang yang tidak menghargai penghargaan dari kita,” Ucap Nubatonis dengan nada kesal.
Akibat dari ketidakonsistenan Simon Nahak, Partai Perindo akhirnya memutuskan untuk mengalihkan dukungan mereka kembali kepada SBS, sebagai upaya memperbaiki kesalahan masa lalu dan mengobati hati rakyat Malaka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












