BETUN-BIDIKNUSATENGGARA.COM | Ketua DPW Partai Perindo Provinsi NTT, Jonathan Nubatonis, akhirnya angkat bicara terkait alasan kenapa Bupati Simon Nahak (Bupati Malaka) dikeluarkan dari partai perindo.
Dikonfirmasi bidiknusatenggara.com melalui via telponnya, pada Senin malam (1/7/2024), Jonathan Nubatonis mengaku kekeliruannya dalam mengusung figur yang tidak konsisten dan tidak menghargai partai yang membesarkannya, yakni Pilkada Malaka 2020 Partai Perindo sebagai partai pengusung pakek SNKT.
Kekecewaan Nubatonis terhadap Simon Nahak (SN) sangat mendalam, khususnya terkait tingkah laku SN pasca terpilihnya menjadi Bupati, ia langsung berpindah ke partai lain.
Pemasangan baliho partai lain oleh SN di rumahnya langsung menjadi simbol pengkhianatan terhadap Partai Perindo yang telah mengusung dan membesarkannya.
“SN itu kader partai perindo untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dapil II pada tahun 2019. Oleh karena itu pada pilkada 2020, konsekuensi dari partai perindo, Perindo dukung dengan PSI dan PKB dapat 5 kursi,” ungkap Nubatonis.
Tetapi setelah kita dukung dan jadi bupati kata Nubatonis ternyata SN itu tidak konsisten, dengan kita melihat langsung di tembok rumahnya tempel baliho dari partai lain.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












