“Lalu kemudian pergi masuk ke partai lain dengan selempang dan di kenakannya jas dan sebagainya, maka kita langsung berpandangan bahwa pejabat publik seperti ini tidak pantas,” kata Nubatonis.
Partai Perindo merasa bersalah telah mendukung figur yang akhirnya tidak konsisten terhadap janji-janji politiknya.
“Dan partai perindo merasa bersalah kepada masyarakat Malaka karena mendukung figur yang tidak konsisten,” ujar Nubatonis.
Kata Nubatonis, pengkhianatan ini tidak hanya merugikan partai tetapi juga mengecewakan rakyat yang telah mempercayai janji-janji kampanye.
Nubatonis mengatakan, jika figur yang tidak konsisten tehadap partai yang mengorbitkan menjadi Bupati bagaimana mungkin ia akan konsisten terhadap rakyat.
“Nah.! kalau tidak konsisten terhadap partai yang membesarkan dia, mengorbitkan dia jadi bupati bagaimana dia konsisten terhadap rakyat? Itulah yang Perindo merasa bersalah terhadap rakyat malaka,” tandas Nubatonis.

Bahkan, Partai Perindo menunjukkan konsistensinya dengan menepati janji kampanye meliputi penyerahan 13 ekor sapi kepada Bupati Simon Nahak, walau akhirnya merasa dikhianati.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












