Ronaldo mengakui, armada traktor yang ada belum mencukupi untuk menjangkau seluruh petani. “Masih ada lahan yang belum dibalik karena keterbatasan alat. Kami terus mendorong penambahan traktor supaya pelayanan benar-benar menjangkau seluruh petani. Yang belum terlayani harus menjadi perhatian ke depan,” tegasnya.
DPRD, khususnya Fraksi PDI Perjuangan, secara konsisten mendorong Pemda untuk menambah traktor besar di tahun 2026, bekerja sama dengan SBS-HMS. Dukungan ini sejalan dengan bantuan 25 unit traktor baru dari Kementerian Pertanian pada Juni 2025, yang disambut Ronaldo sebagai langkah strategis.
Selain penambahan armada, DPRD juga fokus pada perawatan alat yang rusak. Ronaldo menyebut DPRD telah dukung alokasi anggaran khusus untuk perbaikan, mengingat Bupati SBS sendiri soroti traktor rusak pada Oktober 2025 dan minta segera diperbaiki.
“Kalau masih bisa diperbaiki, segera diperbaiki. Kalau tidak, maka harus ada pengadaan baru. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Meski ada keluhan oknum pungli di Desa Takarai, Kecamatan Botin Leobele, Ronaldo tekankan penguatan pengawasan agar program tetap gratis dan merata.
Optimalisasi alat pertanian menjadi kunci keberhasilan, agar manfaat dirasakan seluruh petani Malaka menuju swasembada pangan NTT. Ketua DPRD Adrianus Bria Seran (ABS) juga apresiasi program ini sebagai pro-rakyat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












