“Pikiran kami sebagai orang tua, jangan tipu kami. Jika memang Kepala Desa sudah salah kelola, panggil kami supaya kita cari jalan keluar. Tapi jangan diam-diam sampai kami pergi cari tahu di Kepala PMD. Ternyata di sana, Kepala Dinas langsung menghubungi Kepala Desa barulah kami tahu bahwa honor dari anak-anak itu sudah cair,” terang Ketua BPD.
Fransiskus Klau kemudian meminta agar Bupati dan Dinas terkait segera melakukan audit terhadap Kepala Desa Rabasa Haerain. Ia menegaskan bahwa selama lebih dari enam bulan, honor para tenaga kesehatan, tutor PAUD, dan kader Posyandu belum dibayarkan, padahal dana tersebut sudah tersedia. “Saya meminta kepada Inspektorat agar melakukan audit kepada Kepala Desa Patrisius Seran,” tegasnya.
Fransiskus Klau mengisahkan, saat pertemuan dengan Kepala Dinas PMD Kabupaten Malaka, mereka merasa perlu untuk melaporkan keluhan mereka atas ketidakjelasan ini. Saat itu, Kepala PMD tidak hanya menyimak, tetapi juga bertindak cepat. Beliau langsung menelpon Kepala Desa untuk menanyakan keberadaan uang itu.
“Tutor PAUD ada berapa orang?” tanya Kepala PMD dengan suara tegas. “Tutor PAUD ada 4 orang,” jawab Kepala Desa.
“Yang belum dibayar, uangnya ada di mana?” tanya Kepala PMD. Lalu jawab Kepala Desa, “Uangnya saya simpan,” namun jawaban tersebut justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan di benak Ketua BPD.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












