Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Desa Laleten Jadi Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat, Warga Miskin Dapat Akses Pendidikan Gratis

Reporter : RedaksiEditor: Yan Klau
Desa Laleten Jadi Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat, Warga Miskin Dapat Akses Pendidikan Gratis/ istimewah

TIMORMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Wakil Bupati Henri Melki Simu bersama perwakilan dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis PUPR PPK PS didampingi Kepala Dinas Sosial, Stanis Klau Seran, melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang direncanakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Laleten, Kecamatan Weliman, pada Rabu (7/5/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam realisasi proyek pembangunan sekolah yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Malaka.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan Sekolah Rakyat mencakup lahan seluas 15 hektar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Malaka.

Dari luas tersebut, sekitar 5 hektar akan digunakan untuk pembangunan gedung sekolah serta fasilitas pendidikan yang akan disediakan secara gratis untuk masyarakat yang kurang mampu.

Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Desa Laleten didasarkan pada status tanah yang merupakan milik pemerintah daerah.

“Kami telah mengusulkan untuk menyiapkan 5 hektar lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang nantinya akan mencakup tiga jenjang pendidikan: SD, SMP, dan SMA,” ujar Wabup Henri Simu.

Henri Melki Simu menekankan bahwa lokasi di Desa Laleten dipilih karena memiliki akses yang mudah ke berbagai fasilitas umum, seperti Kantor Camat, Puskesmas, dan Kapolsek.

“Desa Laleten dipilih karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan sarana prasarana umum yang penting,” tambah Henri Simu.

Pembangunan Sekolah Rakyat ini juga diprioritaskan di daerah yang termasuk dalam kategori kemiskinan desil 1 dan 2, dengan Kecamatan Weliman menjadi salah satu wilayah yang memenuhi kriteria tersebut.

Hal ini bertujuan agar program pendidikan gratis ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya fokus pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga untuk memberikan solusi nyata dalam mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di Kabupaten Malaka.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut, sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Sekolah Rakyat ini akan mencakup tiga jenjang pendidikan, yaitu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Proses rekrutmen tenaga pengajar akan dilakukan melalui tiga skema utama diantaranya redistribusi Aparatur Sipil Negara (ASN), rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dan penerimaan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Henri Simu berharap bahwa pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malaka, khususnya bagi masyarakat miskin.

“Kami sangat mendukung penuh proyek pembangunan ini karena pendidikan adalah kunci utama untuk mengatasi kemiskinan. Kami berharap Sekolah Rakyat ini dapat menciptakan generasi yang lebih cerdas dan mandiri,” tutupnya.

Dengan adanya rencana pembangunan Sekolah Rakyat ini, Pemerintah Kabupaten Malaka berharap dapat memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi semua lapisan masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.*

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung