Tak terhitung jumlah yang dikunjungi, cerita Guru Lois, bahwa ia bersama relawan KKI membongkar pasung bagi orang disabilitas psikososial yang pulih sesudah rutin minum obat.
“Saya terpanggil untuk berpihak pada penyandang disabilitas psikososial yang minim kepedulian dari sesama. Saya lakukan ini menggugah orang lain tentang pentingnya kesehatan mental. Bukan saya kepedulian saya untuk penyandang disabilitas psikososial melainkan disabilitas tuna saya kunjungi yang lumpuh layu dan tak bisa jalan,” Ceritanya.
Guru Lois menceritakan, bahwa ia termotivasi dengan Hymne Guru yang syair dibawah ini: “Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S’bagai prasasti t’rima kasihku ‘tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S’bagai prasasti t’rima kasihku ‘tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia,”
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












