Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Cerita Guru Honorer di NTT Peduli Pada Penyandang Disabilitas Psikososial

“Saya biasa bangun pagi dan langsung ke sekolah untuk membuka gerbang sekolah. Dan pada malam hari saya kembali ke sekolah untuk menutup dan menyala lampu di sekolah. Rutin saya lakukan tanpa mengeluh,” Tambahnya.

Menghantar Siswa Saat Orangtua Bekerja 

Guru Lois menceritakan, ia biasa menghantar siswa dengan sepeda takkala orang tua murid tidak datang menjemput anak mereka di sekolah. Biasanya, ia menempuh jarak 3-4 kilometer untuk menghantar muridnya sampai di rumah orang tuanya.

“Saya melakukan itu agar siswa aman. Selain itu, saya biasa datang paling pagi dan pulang terakhir sampai tidak ada siswa yang menunggu orang tuanya di halaman sekolah,” Ungkap Lois.

Baca Juga :  Ferdinand Un Muti Pindah Jabatan Jadi Staf Ahli, Aloysius Werang Diangkat Plh Sekda Malaka

Berbagi Waktu Mendampingi Penyandang Disabilitas Psikososial 

Ia juga berbagi waktu untuk mendampingi, mengunjungi penyandang disabilitas psikososial bersama relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Sehat Jiwa Manggarai Timur yang dipasung dan juga yang berkeliarlan di Kota Borong maupun di kampung-kampung di pelosok Manggarai Timur.

“Minggu lalu, saya bersama tenaga medis Puskesmas Peot mendampingi penyandang disabilitas psikososial yang jalan-jalan di Kota Borong. Saya dan Nakes itu menghantar pulang ke rumahnya. Saya juga mempunyai pengalaman, saya dsn relawan KKI menempuh jarak 100 kilometer mengunjungi orang yang dipasung di pedalaman Manggarai Timur,” ceritanya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung