“Saya biasa bangun pagi dan langsung ke sekolah untuk membuka gerbang sekolah. Dan pada malam hari saya kembali ke sekolah untuk menutup dan menyala lampu di sekolah. Rutin saya lakukan tanpa mengeluh,” Tambahnya.
Menghantar Siswa Saat Orangtua Bekerja
Guru Lois menceritakan, ia biasa menghantar siswa dengan sepeda takkala orang tua murid tidak datang menjemput anak mereka di sekolah. Biasanya, ia menempuh jarak 3-4 kilometer untuk menghantar muridnya sampai di rumah orang tuanya.
“Saya melakukan itu agar siswa aman. Selain itu, saya biasa datang paling pagi dan pulang terakhir sampai tidak ada siswa yang menunggu orang tuanya di halaman sekolah,” Ungkap Lois.
Berbagi Waktu Mendampingi Penyandang Disabilitas Psikososial
Ia juga berbagi waktu untuk mendampingi, mengunjungi penyandang disabilitas psikososial bersama relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Sehat Jiwa Manggarai Timur yang dipasung dan juga yang berkeliarlan di Kota Borong maupun di kampung-kampung di pelosok Manggarai Timur.
“Minggu lalu, saya bersama tenaga medis Puskesmas Peot mendampingi penyandang disabilitas psikososial yang jalan-jalan di Kota Borong. Saya dan Nakes itu menghantar pulang ke rumahnya. Saya juga mempunyai pengalaman, saya dsn relawan KKI menempuh jarak 100 kilometer mengunjungi orang yang dipasung di pedalaman Manggarai Timur,” ceritanya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












